Kerusakan jalan tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat, terutama distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, serta pelayanan kesehatan. Saat musim hujan, kondisi jalan menjadi semakin licin dan membahayakan pengguna.
Seorang warga menyampaikan kekecewaannya terhadap minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi infrastruktur di wilayah tersebut
"Apakah kami masih warga Parimo atau tidak? Kalau kami sudah tidak dianggap lagi warga Parimo, kemana kami harus bertanya?" ungkapnya.Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Ketua Umum Lembaga Analisis HAM Republik Indonesia (LAHAM RI), Stegmen Akram Pasau, SH, meminta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong memberikan perhatian serius terhadap ruas jalan Siendeng–Bendungan yang merupakan akses vital masyarakat.
Menurutnya, keberadaan jalan tersebut sangat penting dalam menunjang aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan warga. Karena itu, ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan.
Warga juga berharap keluhan yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti agar akses transportasi kembali lancar dan roda perekonomian masyarakat tidak terus terganggu.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terkait keluhan tersebut. R3D


